Pengertian Cisco Paket Tracer

   Halo teman kali ini saya akan sharing apa sih cisco paket tracer itu , Fitur-fitur apa yg ada didalamnya dan apa gunanya dalam pendidikan.bagi orang-orang awam mungkin masih banyak yg belum tahu apa itu cisco oleh sebab itu saya akan membahasnya kali ini.


1.Pengertian Cisco Paket Tracer

Cisco paket Tracer Adalah Simulator Alat-alat jaringan Cisco yg sering di gunakan sebagai media pembelajaran dan training dan juga dalam penelitian simulasi sistem jaringan komputer.Program ini dibentuk oleh Cisco System dan di sediakan gratis untuk fakultas,siswa dan alumni yg telah perpartisipasi dalam Cisco Networking Academy.

2.Fitur-fitur yang ada di dalam Cisco Paket Tracer

Di Cisco Paket Trcer ini menyediakn banyak sekali macam fitur diantaranya ialah sanggup mensimulasikan Aplications Layers Protocols ,Routing Dasar RIP,OSPF dan EIGRP hingga tingkat yang di butuhkan dalam kurikulum CCNA yg berlaku.

Namun ada juga kekurangan dari sofware ini ialah penghilangan perintah-perintah yg ada dalam alat aslinya menyerupai penghilangan command pada Cisco IOS.

3.Fungsinya dalam pendidikan

Packet Tracer biasanya dipakai siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini dipakai hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco Routers dan swicth .

Penutup :
 sekian dari saya ihwal apa itu cisco paket tracer jikalau pertanyaan dan saran, kritik silahkan berkomentar terimakasih --

Cara Install Cisco Packet Tracer Di Linux

   Halo teman kali ini saya akan sharing bagaimana cara install cisco paket tracer di linux ,sebelum itu anda harus paham dulu apa itu cisco paket tracer kalau anda belum mengerti apa itu cisco paket tracer silahkan baca artikel

Pengertian Cisco Paket Tracer

 Halo teman kali ini saya akan sharing bagaimana cara install cisco paket tracer di linux  Cara Install Cisco Packet Tracer Di Linux

Langkah Pertama

Download Terlebih Dahulu cisco paket tracer nya di sini Download 

Langkah Selanjutnya

Jika anda sudah final mendownload cico paket tracer nya letakkan file tersebut ke dalam folder yg kau sukai disi saya menempatkannya di folder /home/ridwan/Document/install



Selanjutnya ialah mengextrack file tersebut dengan Perintah

#tar -zxvf Cisco-PT-620.tar.gz

Tunggu hingga proses extrack final kalau sudah final di extrack silahkan masuk ke folder extracnya tersebut dengan perintah

#cd PacketTracer62Student/

Setelah itu jalankan file installer dengan perintah

#sudo ./install

Tunggu hingga proses instalasi selesai, berikut beberapa opsi yg harus di lakukan dikala proses installasi


kalau sudah final maka jalankan cisco paket tracernya dgn perintah

#pakettracer

Maka paket tracer sudah tampil di layar


Nah sudah final proses installasinya gampang dan simple kan kalau ada yg resah atau masih belum mengerti silahkan coment sekian dari saya terimakasih.

sumber : catatanblogkecil

Basic Router Configuration Di Cisco Packet Tracer

Halo sahabat Pada Kesempatan kali ini aku akan sharing bagaimana menciptakan simulasi Basic Router Configuration di cisco paket tracer


-Pengertian 

  Router ialah sebuah alat yg mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan menuju tujuannya , melalui sebuah prosesss.
  Basic ialah sebuah kelompok ahasa pemrogaman tingkat tinggi.
Kaprikornus kalau di gabungkan basic router adalah  sebuah kelompok bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mempelajari alat yang mengirimkan packet data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuanya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalan.

-Latar Belakang 

  Router berfungsi sebagai penghubung 2 jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
  Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch, switch merupakan suatu jalan, sedangkan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang mempunyai alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan banyak sekali macam alat, dimana masing-masing alat mempunyai alamat IP sendiri pada sebuah LAN

-Maksud dan Tujuan
  • Sebagai penghubung 2 jaringan atau lebih untuk meneruskan ke jaringan yang lain.
  • Digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP.
  • Digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya.
  • Digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang memakai media yang berbeda.
 Alat yg diharapkan ialah pc dan sofware cisco paket tracer

-Langkah-langkah

1.Pertama buka sofware cisco paket tracer
2.Buatlah sebuah topologi ibarat gambar di bawah ini :

Addressing: klik 2x laptop kemudian ke sajian desktop kemudian kemenu ip configuration kemudian isikan.

Laptop 0 : ip : 192.168.100.28/26
                 netmask : 255.255.255.224
                 gateway : 192.168.100.42

Laptop 1 : ip :170.100.10.28/19
                 netmask : 255.255.224.0
                 gateway : 170.100.10.42

Konfigurasi :

3.Klik 2x router 0
   a.jika ada pertanyaan awal ketik  no saja , kemudian enter , enter
   b.Router>enable
      Router#config terminal
      Router(config)#hostname R1
      R1(config)#no ip domain-lookup
      R1(config)#security passwords min-length 6
      R1(config)#enable secret ciscosec
      R1(config)#line console 0
      R1(config-line)#password ciscocon
      R1(config-line)#exec-timeout 5 0
      R1(config-line)#login
      R1(config)#line vty 0 4
      R1(config-line)#password ciscovty
      R1(config-line)#exec-timeout 5 0
      R1(config-line#login
      R1(config)#service password-encryption
      R1(config)#banner motd #Unauthorized access prohibited!#
      R1(config)#interfaces fa0/0
      R1(config-if)#ip address 192.168.100.42 255.255.255.248
      R1(config-if)#no shutdown
      R1(config-if)#exit
      R1(config)#interfaces fa0/1
      R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.248
      R1(config-if)#no shutdown
      R1(config-if)#exit
      R1(config)#router rip  -->'menghubungkan dua router supaya dapat ping'
      R1(config-router)#network 192.168.100.0
      R1(config-router)#network 192.168.1.0
      R1(config-router)#exit
     R1(config)#exit
     R1#clock set 10:00:00 3 Jan 2015
     R1#copy running-config startup-config
     Destination filename [startup-config]?
     Building configuration...
     [OK]
     R1#

  c.ulangi konfigurasi di atas untuk router 1
sesuakan hosname router dan intefaces sesuai dengan router 1,dan ip addresnya,network harus sesuai dengan laptop 1
4.dan coba kita send messege apakah succesful atau tidak kalau sudah succesful maka konfigurasi sudah berhasil.


kalau anda gundah anda dapat download filenya untuk pembelajaran di sini

{DOWNLOAD}

catatan : password pertama: ciscocon, password enable: ciscosec

Kesimpulan

Seperti itulah konfigurasi basic router di packet tracer. Mungkin memang cukup susah dibandingkan dengan Mikrotik.Dan kalau ada yg masih gundah dan ingin ada yg ditanyakan silahkan komen di kolom komentar di bawah.

Referensi :

Ebook CCNA Guide Nixtron_1 st Edition_Full Version.pdf

Remote Access Telnet Router Di Cisco Packet Tracer

Halo teman pada kesempatan kali ini sya akan sharing Remote Access Telnet Router di cisco packet tracer.sebelumnya say sudah pernah posting Basic Router Configuration Di Cisco Packet Tracer.


sebelum ke cara konfigurasi  sebaiknya kita pahami dulu apa itu remote access telnet router dan yg berafiliasi dengannya.

Pengertian:

Remote access merupakan suatu kegitan pengoprasian atau pengendalian suatu perangkat yg dilakukan dengan memakai perangkat lain yang tersambung dengan perangkat yg akan di remote.

Latar belakang :

Router kadang berada di kawasan yang cukup sulit untuk di jangkau oleh alasannya itu kita perlu  menyediakan suatu fitur biar sanggup memudahkan kita untuk sanggup mengakses router dengan mudah.

Tujuan:
  • Konfigurasi router biar sanggup diakses atau di remote dengan mudah
  • melakukan remote laptop ke router yg sudah tersambung
Konfigurasi:

pertama buatlah topologi menyerupai di bawah ini


Dan kini pengaturannya, Karena pada kondisi default, Router cisco sudah mempunyai Service yang memungkinkan kita untuk meremote memakai telnet yang mana telnet itu memakai security dari vty router. Yang kita perlukan hanyalah mengatur security vty tersebut untuk pengaksesannya. yang mana hal tersebut sudah saya praktekkan pada post sebelumnya Basic Router Configuration Di Cisco Packet Tracer.


Pada mode privillege kita harus mengaktifkan password dengan syntax:
Router1(config)#enable secret (password yg ingin anda buat)
Dan pengaturan pada vty, adalah :
Router1(config)#line vty 0 4
Router1(config-line)#password (sesukamu)
Router1(config-line)#exec-timeout 5 0
Router1(config-line)#login   

sebelum meremote router pastikan dulu pengaturan ip sudah sesuai dan perangkat untuk meremote (laptop atau PC) sudah tersambung .contoh settingan ip address laptop 0


dan di laptop 1


Setelah disetting IP address Laptop0 dan 1, kemudian lakukan tes Ping dari Laptop0 ke interface Fa0/0 R1 memakai command prompt. Interface Fa0/0 R1 berfungsi sebagai gateway Laptop0.

Laptop 0 >ipconfig

FastEthernet0 Connection:(default port)

   Link-local IPv6 Address.........: FE80::202:4AFF:FEBC:DA89
   IP Address......................: 192.168.100.28
   Subnet Mask.....................: 255.255.255.192
   Default Gateway.................: 192.168.100.42


laptop 0 >

Dan kemudian ping router

laptop 0 >ping 192.168.100.42

Pinging 192.168.100.42 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.100.42: bytes=32 time=3ms TTL=255
Reply from 192.168.100.42: bytes=32 time=11ms TTL=255
Reply from 192.168.100.42: bytes=32 time=0ms TTL=255
Reply from 192.168.100.42: bytes=32 time=12ms TTL=255

Ping statistics for 192.168.100.42:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 0ms, Maximum = 12ms, Average = 6ms
laptop 0 >


Telnet dari Laptop1 ke R1
Setelah berhasil terhubung ke service telnet router, inputkan password telnet ciscovty dan ketikkan command enable , kemudian inputkan password ciscosec

Laptop0>telnet 192.168.100.42
Trying 192.168.100.42 ...OpenUnauthorized access prohibited!


User Access Verification

Password:
R1>enable
Password:
Password:
R1#


untuk screenshotnya


Muncul login access dan banner yang isinya “Unauthorized access prohibited!” .
Akses telnet dari Laptop1 ke R1 sudah berhasil. Dengan telnet kita sanggup meremote router dari mana saja asalkan ada koneksi dari user ke router.

ulangi langkah yg sama untuk meemote router ke laptop 1
Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini Router sanggup diremote dengan melalui telnet meskipun koneksinya belum terenkripsi, namun masih ada sedikit pengamanan melalui secret dan password dari Router.
Referensi : 
CCNA Lab Guide Nixtrain_1st Edition_Full Version.pdf

bila ada yg yang gundah atau belum paham silahkan komentar terimakasih dan semoga artikel ini bermanfaat.

Simulasi Managing Router Configuration Di Cisco Packet Tracer

Halo teman pada kesempatan kali ini saya akan sharing bagaimana melaksanakan simulasi Managing router configuration di cisco packet tracer dan sebelum itu sebaiknya kita memahami dulu apa itu managing router configurations


Pengertian:

Managing router configurations ini akan memebuat kita dapat melaksanakan SSH di roter 1dan 2 dengan laptop kita, membackup ios cisco di server dan menampilakan gosip hardware dan software dari pc

Alat yang dibutuhkan: 
  • Pc atau laptop
  • sofware cisco packet tracer
Tujuan:
Tujuan mensetting SSH di route yaitu untuk meningkatkan keamanan terusan router, sebab dengan SSH komunikasi antar laptop dan router denkripsi sehingga menyulitkan proses sniffing password dengan packet sniffer

Tahapan pelaksanaan

Pertama buatlah topologi ibarat dibawah ini konfigurasikan dengan basic router configuration

Setting ip nya:

Laptop0:
Laptop1:


server0



server1

Setelah anda mensetting ip nya kini kita mulai konfigurasi managing router configuration , ingat sebelum melaksanakan managing router anda harus melaksanakan basic router configuration atau koneksi 2 router terlebih dahulu.

Login console ke R1 atau R2 untuk mempraktikannya

setting SSH di R1:
Langkah-langkah mengaktifkan SSH di Router

1.setting domain router
2.setting username dan password login
3.setting transport input ssh di line vty 
4.generate crypto rsa key 1024

R1>enable R1#configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. R1(config)#ip domain-name NIXTRAIN.com R1(config)#username admin secret ciscossh R1(config)#line vty 0 4 R1(config-line)#transport input ssh R1(config-line)#login local R1(config-line)#exit R1(config)#crypto key generate rsa [ENTER] The name for the keys will be: R1.NIXTRAIN.com Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take a few minutes. How many bits in the modulus [512]: 1024 % Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK] R1(config)#exit *Mar 3 2:27:58.564: R1# %SSH-5-ENABLED: SSH 1.99 has been enabled


Backup konfigurasi R1

Sebelum proses backup dilakukan, pastikan konektivitas antara router R1 dan TFTP-Srv0 tidak ada masalah. Untuk mengeceknya gunakan tes Ping.

Setelah koneksi dari R1 ke TFTP-Srv0 sukses, langkah selanjutnya yaitu sanksi command di R1.

ketikkan command berikut di R1

R1#copy running-config tftp Address or name of remote host []? 192.168.100.29 -->ip server Destination filename [R1-confg]? Writing running-config....!! [OK - 828 bytes] 828 bytes copied in 3.005 secs (275 bytes/sec)

Bckup cisco IOS di R1

R1#show flash System flash directory: File Length       Name/status 3     33591768  c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin 2     28282        sigdef-category.xml 1     227537      sigdef-default.xml [5827403 bytes used, 58188981 available, 64016384 total] 63488K bytes of processor board System flash (Read/Write) R1#copy flash tftp Source filename []? c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin Address or name of remote host []? 192.168.100.29 Destination filename [c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin]? Writing c1841-advipservicesk9-mz.124- 15.T1.bin...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! [OK - 5571584 bytes] 5571584 bytes copied in 0.29 secs (4402126 bytes/sec)

Ulangi langkah diatas untuk backup confg dan ios cisco di R2
Restore konfigurasi R1

Perbedaan proses backup dan restore, kalo backup menyimpan konfigurasi router ke TFTP, sedangkan restore yaitu download konfigurasi dari TFTP ke router.

Yang perlu diingat dari backup dan restore ini yaitu source dan destination. Kalo backup berarti sourcenya router dan destinationnya TFTP, sedangkan restore yang berfungsi sebagai sourcenya TFTP dan destinationnya router.

perintah  restore di R1

R1#copy tftp running-config Address or name of remote host []? 192.168.100.29 Source filename []? R1-confg Destination filename [running-config]? Accessing tftp://192.168.100.29/R1-confg... Loading R1-confg from 192.168.100.29: ! [OK - 828 bytes] 828 bytes copied in 0.001 secs (828000 bytes/sec) R1#
Ulangi langkah yang sama untuk R2
Untuk melihat hasil backup Cisco IOS dan R1-confg, klik TFTP-Srv0 -> pilih tab Services -> pilih TFTP


Veritifikasi

Remote login SSH ke R1 dan R2
Setelah mensetting SSH di router R1 dan R2, gunakan putty untuk melaksanakan koneksi SSH ke router dari Laptop1 dan Laptop2 bila memakai real device.
  • Ketikkan IP address R1 dan R2 pada potongan Hostname (or IP address)
  • Pilih connection type SSH
  • Klik Open
Remote Akses SSH dari Laptop1 ke R1

PC>ipconfig  FastEthernet0 Connection:(default port)     Link-local IPv6 Address.........: FE80::202:4AFF:FEBC:DA89    IP Address......................: 192.168.100.28    Subnet Mask.....................: 255.255.255.192    Default Gateway.................: 192.168.100.42  PC>ssh -l admin 192.168.100.42 Open Password:   Unauthorized access prohibited!  R1>en Password:  R1#

admin pada command SSH yaitu username yang dibentuk sebelumnya dan juga passwordnya.
ulangi langkah yang sama untuk remote SSH dari Laptop2 ke R2.
Menampilakna gosip hardware  dan sofware di R1

R1#show version Cisco IOS Software, 1841 Software (C1841-ADVIPSERVICESK9-M), Version 12.4(15)T1, RELEASE SOFTWARE (fc2) Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport Copyright (c) 1986-2007 by Cisco Systems, Inc. Compiled Wed 18-Jul-07 04:52 by pt_team  ROM: System Bootstrap, Version 12.3(8r)T8, RELEASE SOFTWARE (fc1)  System returned to ROM by power-on System image file is "flash:c1841-advipservicesk9-mz.124-15.T1.bin"   This product contains cryptographic features and is subject to United States and local country laws governing import, export, transfer and use. Delivery of Cisco cryptographic products does not imply third-party authority to import, export, distribute or use encryption. Importers, exporters, distributors and users are responsible for compliance with U.S. and local country laws. By using this product you agree to comply with applicable laws and regulations. If you are unable to comply with U.S. and local laws, return this product immediately.  A summary of U.S. laws governing Cisco cryptographic products may be found at: http://www.cisco.com/wwl/export/crypto/tool/stqrg.html  If you require further assistance please contact us by sending email to export@cisco.com.  Cisco 1841 (revision 5.0) with 114688K/16384K bytes of memory. Processor board ID FTX0947Z18E M860 processor: part number 0, mask 49 2 FastEthernet/IEEE 802.3 interface(s) 191K bytes of NVRAM. 63488K bytes of ATA CompactFlash (Read/Write)  Configuration register is 0x2102  R1#

Dari output diatas kita dapat mengetahui versi Cisco IOS, jumlah RAM, FastEthernet cable, Serial cable, NVRAM, Flash, confreg, dsb.
ulangi langkah diatas untuk R2
Kesimpulan:

kita dapat melaksanakan SSH di roter 1dan 2 dengan laptop kita, membackup ios cisco di server dan menampilakan gosip hardware dan software dari pc

Referensi:

Buku nixtrain.pdf

sekian dari saya agar postinagn ini bermanfaat, bila ada pertanyaan silahka komentar terimakasih

Cara Setting Static Routing Di Cisco Packet Tracer

  Halo sahabat pada kesempatan kali ini say akan melaksanakan konfigurasi static routing di cisco packet tracer sebelum itu apakah anda sudah mengerti apa itu static routing.


Pengertian
Static routing yakni sebuah router yang mempunyai tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para direktur jaringan.

Konfigurasi 

Buatlah topologi ibarat di bawah ini 

addressing:

ip laptop0 :

dan ip laptop1


 
Setelah anda menciptakan topologi ibarat gambar diatas sialhkan konfigurasi dulu dengan basic router configuration atau koneksi 2 router terlebih dahulu.

sesudah connect kini kita mulai koonfigurasi static routernya :

Pertama klik 2x pada router 0 atau R1

Ketikkan command berikut:
R1>enable R1#configure terminal R1(config)#interface loopback 101 R1(config-if)#ip address 172.16.1.1 255.255.255.0 R1(config-if)# R1(config-if)#interface loopback 102 R1(config-if)#ip address 172.16.2.2 255.255.255.0 R1(config-if)# R1(config-if)#end

Interface loopback secara default tidak ada, untuk menciptakan interface loopback gunakan command diatas. Fungsi interface loopback ini ibarat logical interface untuk merepresentasikan sebuah subnet. Manfaat lain interface loopback untuk testing. Jika mempunyai keterbatasan resources untuk menciptakan LAN dikala ngelab, gunakan interface loopback sebagai LAN. Interface loopback sudah UP secara otomatis, sehingga tidak perlu menawarkan sub-command no shutdown.

ulangi langkah diatas untuk pembuatan interfaces loopback di R2

untuk melihat veritifikasi apakah ip yang sudah kita setting apakah sudah tamat atau belum kita ketikkan command berikut

R1#show ip interface brief  Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol  FastEthernet0/0        192.168.100.42  YES manual up                    up  FastEthernet0/1        192.168.1.1     YES manual up                    up  Loopback101            172.16.1.1      YES manual up                    up  Loopback102            172.16.2.2      YES manual up                    up  Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down R1#

dan interfaces yg sudah di setting di R2

R2#show ip interface brief  Interface              IP-Address      OK? Method Status                Protocol  FastEthernet0/0        170.100.10.42   YES manual up                    up  FastEthernet0/1        192.168.1.2     YES manual up                    up  Loopback103            172.16.3.3      YES manual up                    up  Loopback104            172.16.4.4      YES manual up                    up  Vlan1                  unassigned      YES unset  administratively down down R2#

pastikan semua interfaces up semua

Tampilan routing di R1
R1#show ip route Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP        D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area        N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2        E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP        i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area        * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR        P - periodic downloaded static route  Gateway of last resort is not set  R    170.100.0.0/16 [120/1] via 192.168.1.2, 00:00:19, FastEthernet0/1      172.16.0.0/24 is subnetted, 4 subnets C       172.16.1.0 is directly connected, Loopback101 C       172.16.2.0 is directly connected, Loopback102 S       172.16.3.0 [1/0] via 192.168.1.2 S       172.16.4.0 [1/0] via 192.168.1.2      192.168.1.0/29 is subnetted, 1 subnets C       192.168.1.0 is directly connected, FastEthernet0/1      192.168.100.0/26 is subnetted, 1 subnets C       192.168.100.0 is directly connected, FastEthernet0/0 R1#

Dari output routing table R1 sanggup dilihat :

  • Routing table diatas yang ditampilkan hanya network directly connected (jaringan yang terhubung langsung) ditandai dengan isyarat C (Connected).
  • Secara default, router tidak mengetahui network yang tidak terhubung pribadi dan itulah alasan mengapa Network A dan Network B tidak sanggup berkomunikasi (Jawaban Review Lab 1. Basic Router Configuration)
  • Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibutuhkanlah routing protocol dengan aneka macam tipe misalnya static routing atau dynamic routing. 
Setting static routing di R1Untuk mensetting static routing sanggup dilakukan dengan dua cara:

1. Next-hop IP address
2. Exit-interface

Istilah lain static routing :

1. Recursive static route = memakai next-hop ip address
2. Directly static route = memakai exit-interface

Setting static routing di R1
R1(config)# R1(config)#ip route 170.100.10.0 255.255.255.0 12.12.12.2 R1(config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 12.12.12.2 R1(config)#ip route 172.16.4.0 255.255.255.0 12.12.12.2 R1(config)#

Setting static routing di R2
R2(config)# R2(config)#ip route 192.168.100.0 255.255.255.0 12.12.12.1 R2(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1 R2(config)#ip route 172.16.2.0 255.255.255.0 12.12.12.1 R2(config)# 

Verifikasi
Setelah melaksanakan setting static routing, lakukan verifikasi dengan beberapa command dibawah ini. Tes Ping antara Laptop1 dan Laptop2 pastikan berhasil. Lakukan tracert dari Laptop1 untuk melihat router mana saja yang dilewati ketika menuju ke Laptop2.

Tampiian ip routing di R1
R1#show ip route Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP        D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area        N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2        E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP        i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area        * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR        P - periodic downloaded static route  Gateway of last resort is not set  R    170.100.0.0/16 [120/1] via 192.168.1.2, 00:00:10, FastEthernet0/1      172.16.0.0/24 is subnetted, 4 subnets C       172.16.1.0 is directly connected, Loopback101 C       172.16.2.0 is directly connected, Loopback102 S       172.16.3.0 [1/0] via 192.168.1.2 S       172.16.4.0 [1/0] via 192.168.1.2      192.168.1.0/29 is subnetted, 1 subnets C       192.168.1.0 is directly connected, FastEthernet0/1      192.168.100.0/26 is subnetted, 1 subnets C       192.168.100.0 is directly connected, FastEthernet0/0 R1#

Dari output command static routing yang kita inputkan diatas, akan tampil isyarat S di routing table, artinya routing yang aktif yaitu static routing.

jikalau sudah silahkan coba ping dari laptop satu ke laptop yg lain,Untuk mengetahui jalur mana yang dilewati, sanggup kita cek dengan command tracert di Laptop.

PC>tracert 170.100.10.28  Tracing route to 170.100.10.28 over a maximum of 30 hops:     1   2 ms      0 ms      5 ms      192.168.100.42   2   19 ms     18 ms     16 ms     192.168.1.2   3   28 ms     26 ms     17 ms     170.100.10.28  Trace complete.  PC>

sekian dari saya wacana konfigurasi static routing biar artikel ini bermanfaat terimakasih.

Apa Itu Cisco Router

  Halo teman pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa itu cisco mungkin pada postingan saya yang lain saya sudah mejelaskan apa itu cisco packet tracer dan kini saya akan menjelaskan apa itu Cisco.


Latar belakang

  Kita sebagai seorang IT mungkin sudah tidak ajaib lagi dengan cisco tapi mungkin bagi orang awam masih belum mengenal lebih detail lagi dengan cisco.

Pengertian Cisco

Apa itu Cisco router?
   Cisco router ialah peratan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, info sanggup diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan computer yang berlainan.
 

  Untuk sanggup meneruskan paket data dari suatu LAN ke LAN lainnya, Cisco router memakai tabel dan protocol routing yang berfungsi untuk mengatur kemudian lintas data. Paket data yang datang di router diperiksa dan diteruskan ke alamat yang dituju. Agar paket data yang diterima sanggup hingga ke tujuannya dengan cepat, router harus memproses data tersebut dengan sangat tepat

   Cisco Router juga mempunyai sejumlah jenis memori, yaitu ROM, RAM, NVRAM, dan FLASH, yang digunakan untuk membantu kinerja CPU.

Adapun kegunaan dari memori-memori tersebut ialah sebagai berikut:

1.Rom : menyimpan sistem bootstrap untuk mengatur proses dan boot dan menjalankan power on self test (post)dan IOS image

2.RAM : menyimpan running configuration dan sistem oprasi IOS yang aktif

3.NVRAM : Berguna untuk menyimpan konfigurasi awal (start-up configuration)

4.Flash :Tempat menyimpan IOS Image. Dengan FLASH ini, IOS versi terbaru sanggup diperoleh dari TFTP Server tanpa harus mengganti komponen dalam router.

Macam-macam Cisco router

  Perusahaan cisco menciptakan router dengan banyak sekali seri dan model untuk banyak sekali kelas atau tingkat penggunaan, ibarat :

1. CISCO ROUTER TIPE FIXED TINGKAT AKSES
• Cisco router 700 series
• Cisco router 801-804
• Cisco router 805
• Cisco router 811 dan 813
• Cisco router 827
• Cisco router 1000 series
• Cisco router 2000 series
• Cisco router 2500 series
• Cisco router 3000 series

2. CISCO ROUTER TIPE MODULAR TINGKAT AKSES
• Cisco router 1600 series
• Cisco router 1720 dan 1750
• Cisco router 2500 series
• Cisco router 2600 series
• Cisco router 3600 series
• Cisco router 4000 series

3. CISCO ROUTER TIPE MODULAR TINGKAT INTI
• Cisco router 7000 series, untuk enterprise
• Cisco router 10000 dan 12000 series, untuk enterprise
  
Cara Booting Cisco Router

 Setiap kali Cisco Router dihidupkan maka akan melaksanakan sebuah proses yang berjulukan boot proses. Adapun tahapannya sebagai berikut:

1.Pertama router akan menjalankan Power On Self Test (POST) untuk mengusut CPU, memori, dan interface peralatan untuk meyakinkan bahwa perangkat keras komputer berfungsi dengan baik. Jika kekerabatan dengan hyperterminal terjadi maka proses boot ini sanggup terlihat di layar komputer.
 

2.Kemudian bootstrap sistem akan bekerja dan mencari Cisco IOS image yang sanggup dipakai. Cisco IOS image sanggup diperoleh dari  memori FLASH atau dari TFTP server tergantung pada daftar konfigurasi yang sanggup digunakan oleh peralatan. Secara default daftar konfigurasi ini bernilai 0 x 2120 yang akan memerintahkan router untuk mencari IOS image di memori FLASH. 

3.pencarian IOS image ini dilakukan sebanyak lima kali. Jika tidak berhasil maka router akan masuk ke ROM mode untuk memungkinka pemilihan IOS secara manual.

4.Jika IOS image ditemukan, IOS image tersebut akan dimuat ke dalam sistem memori RAM. Kemudian router akan mencari konfigurasi awal (Start-up Configuration) yang disimpan di NVRAM.
 

Penutup

  Oke sekian dari saya wacana pengenalan apa itu cisco biar artikel ini bermanfaat bagi bangsa dan negara kalau ada kritik dan saran silahkan berkomentar.  

Cisco Pembinaan Ccna Hari Pertama Di Blc Telkom Klaten

  Halo teman pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalam pada hari pertama saya Training CCNA DI Blc Telkom Klaten.


Pengenalan :

  Cisco Certified Network Associate (CCNA) ialah sertifikasi yang terkenal di kompetensi IT dalam teknologi jaringan komputer yang dikembangkan oleh Cisco Systems. Cisco membuat CCNA untuk mengenali kompetensi dasar dalam instalasi dan pemberian dari jaringan berskala menengah.

  Sertifikasi CCNA sanggup diperoleh dengan melewati ujian selama 90 menit. Ujian CCNA ini tidak mempunyai prasyarat ujian yang harus diikuti terlebih dahulu, meskipun Cisco dan perusahaan lainnya biasanya memperlihatkan banyak sekali kursus training formal untuk membantu siswa mempersiapkan diri. Topik yang dibahas pada ujian CCNA mencakup antara lain:
  • LAN dan desain WAN (termasuk model OSI)
  • IP addressing
  • Protokol router dan routing (termasuk OSPF, EIGRP dan RIP)
  • VLAN (virtual LAN) dan WLAN (LAN nirkabel)

Latar Belakang :

  Pada Hari ini Di BlC Telkom Klaten di adakan Training Cisco CCNA dan pada kesempatan ini Mas Ardes Setiawan sebagai pelatih memberi kami pengenalan megenai CCNA.

Kegiatan yang di Lakukan :

 Pada kesempatan kali ini saya berguru perihal apa itu Sertifikat dasar pada Cisco,pada akta ini terdapat dua tipe yaitu : Tipe Lokal artinya Training yang di lakukan didalam negara kita sendiri,dan Tipe Internasional artinya training yang di lakukan di luar negri atau gointernasional.

Berikut pola gambar Cisco Career Certifikasion Tracks


Kegiatan Lain :
  • Penjelasan perihal 7 OSI layer
  • Perhitungan Bilangan biner dan desimal
  • Subnetting dan
  • Pembuatan VLAN di cisco packet tracer
Documentasi :






Penutup :

Sekian postingan dan pengalaman dari saya kali ini supaya bermanfaat dan sanggup menginspirasi bangsa dan negara.

Inter Vlan Routing Dengan Cisco Packet Tracer

  Halo teman pada kesempatan kali ini aku akan sharing cara konfigurasi inter VLAN dan Truking di cisco packet tracer, sebelumnya mari kita bahas Vlan terlebih dahulu.


Pengertian :
 
   VLAN merupakan sebuah perangkat device virtual managemen (Software) yang perlu di konfigurasi secara logikal, sehingga dapat saling berkomunikasi sesuai dengan Group VLAN dan pada sub Network yang sama dalam satu Switch atau beda Switch (Trungking), jadi VLAN di buat bukan alasannya ialah koneksi Fisikal namun lebih pada koneksi Logikal yang tentunya dapat lebih fleksibel, secara logikal Switch di bagi ke beberapa Group dengan memakai VLAN, dan juga dapat membagi dengan beberapa Sub Network yang berbeda pada pada Group VLAN dalam satu Switch yang sama, misal:

Group VLAN 10 MANAGER mempunyai SubNetwork ”192.168.1.0/24, group VLAN 20 SALES mempunyai SubNetwork “192.168.2.0/24 atau yang lainn

Latar belakang :

  Dengan memakai vlan ini kita juga dapat membagi segmentasi jaringan menurut pada fungsinya. Kita juga dapat menciptakan VLAN dalam mengelola jaringan sejalan menurut pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama meskipun dalam lokasi yang berbeda.

Tujuan :
  • Setting VLAN
  • Setting TRUNK
  • Setting INTER VLAN
Konfigurasi VLAN :

Pertama-tama buatlah topologi menyerupai gambar di bawah ini :


Setelah anda menciptakan topologi menyerupai gambar diatas sehabis itu kita akan masuk ke tahap konfigurasinya :

Masuk ke CLI switch 1 :

S1(config)#vlan 10
S1(config-vlan)#name TKJ
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 20
S1(config-vlan)#name RPL


Konfigurasi di switch 2 :

S2(config)#vlan 10
S2(config-vlan)#name TKJ
S2(config-vlan)#exit
S2(config)#vlan 20
S2(config-vlan)#name RPL


Assign port vlan 10 dan 20 di switch 1 :

S1(config)#int range fa0/1-5
S1(config-if-range)#sw mode acc
S1(config-if-range)#sw acc vlan 10
S1(config-if-range)#exit
S1(config)#int range fa0/6-10
S1(config-if-range)#sw mode acc
S1(config-if-range)#sw acc vlan 20


Assign port vlan 10 dan 20 di switch 2 :

S2(config)#int range fa0/1-5
S2(config-if-range)#sw mode acc
S2(config-if-range)#sw acc vlan 10
S2(config-if-range)#exit
S2(config)#int range fa0/6-10
S2(config-if-range)#sw mode acc
S2(config-if-range)#sw acc vlan 20


Setelah anda melaksanakan konfigurasi diatas masukkan ip address pada pc teladan :





Setelah anda menisika ip menyerupai teladan diatas lalu kita akan setting port trunk :

Setting port trunk di switch 1 :

S1(config)#int fa0/24
S1(config-if)#sw mode trunk


Setting port mode trunk di switch 2 :

S2(config)#int fa0/24
S2(config-if)#sw mode trunk


Setelah itu coba anda ping apakah sudah berhasil apa tidak , dan mengapa tidak ternyatamasih ada lagi konfigurasi yang di perlukan.

Setting port trunk di Switch1:

S1(config)#int fa0/20
S1(config-if)#sw mode trunk


Setting Inter-VLAN di Router :

Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip add 192.168.2.254 255.255.255.0


Sekarang coba ping kembaali apakah sudah berhasil , kalau konfigurasi anda benar niscaya berhasil.

Kesimpulan :

Dengan konfigurasi diatas kita dapat melaksanakan koneksi anda dua VLAN yang berbeda dan dengan network yang berbeda.

Penutup :

Sekian dari aku biar postingan ini bermanfaat dan kalau ada pertanyaan silahkan komentar terimakasih.

Referensi :

Buku Lab inter VLAN dan Trunk

Konfigurasi Routing Information Protocol (Rip)Di Cisco Packet Tracer

  Halo teman pada kesematan kali ini aku akan sharing bagaimana cara melaksanakan konfigurasi RIP di cisco packet tracer.sebelum itu apakah anda sudah mengetahui apa itu RIP.

Pengertian

  RIP yakni salah satu routing protocol yang paling gampang dikonfigurasi dibandingkan dengan EIGRP dan OSPF. Akan tetapi mempunyai keterbatasan dalam hal maksimum jumlah hop yang sanggup dicapai, maka protocol ini cocok dipakai untuk jaringan skala kecil.

Sampai ketika ini RIP telah memliki 3 versi : 
  •  RIP V1 memakai classfull routing
  • RIP V2 mendukung classies inter-domain routing (CIDR) dan VLSM
  • RIPng (RIP next generation ) mendukung ipv6
Keunggulan  

1.Mudah di konfigurasi 
2.Tidak memerlukan design 
3.Tidak kompleks
4.Less Overhead

Kekurangan

1.Penggunaan Bandwidh yang sangat tinggi 
2.Terbatas pada jumlah HOP
3.Tidak scalable HOP Count hanya 15 
4.Konvergensi rendah (waktu yang di butuhkan oleh router untuk memakai route alternative pada ketika best route down). 

Konfigurasi

Buatlah topologi menyerupai gambar di bawah ini :


  Network <Network-ID>: di gunakan untuk mengadvertise (mengenalkan) network yang terhubung eksklusif dengan Router (Directly Connected-Network).

  Setelah anda menciptakan Topologi menyerupai gambar di atas sehabis itu anda masuk ke Tiap-tipa router dan konfigurasikan :

R1 : 

Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname idn1
idn1(config)#int gi0/0
idn1(config-if)#ip add 10.0.0.1 255.255.0.0
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#int gi0/1
idn1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#router rip
idn1(config-router)#version 2
idn1(config-router)#network 192.168.1.0
idn1(config-router)#network 10.0.0.0
idn3(config-router)#end

 R2 :

Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname idn2
idn2(config)#int gi0/0
idn2(config-if)#ip add 10.0.0.2 255.255.0.0
idn2(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn2(config-if)#int gi0/1
idn2(config-if)#ip add 20.0.0.1 255.255.0.0
idn2(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn2(config)#int gi0/2
idn2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
idn2(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn2(config)#router rip
idn2(config-router)#version 2
idn2(config-router)#network 192.168.2.0
idn2(config-router)#network 10.0.0.0
idn2(config-router)#network 20.0.0.0
idn3(config-router)#end
R3 :
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname idn3
idn3(config)#int gi0/0
idn3(config-if)#ip add 20.0.0.2 255.255.0.0
idn3(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn3(config)#int gi0/1
idn3(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
idn3(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn3(config)#router rip
idn3(config-router)#version 2
idn3(config-router)#network 192.168.3.0
idn3(config-router)#network 20.0.0.0
idn3(config-router)#end

Sekarang mari kita coba cek pada routing table di salah satu router

R1 :

idn#show ip route 
Codes: L - local, C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
       D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
       N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
       E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
       i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, dia - IS-IS inter area
       * - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
       P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
     10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       10.0.0.0/16 is directly connected, GigabitEthernet0/0
L       10.0.0.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/0
R    20.0.0.0/8 [120/1] via 10.0.0.2, 00:00:23, GigabitEthernet0/0
     192.168.1.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C       192.168.1.0/24 is directly connected, GigabitEthernet0/1
L       192.168.1.1/32 is directly connected, GigabitEthernet0/1
R    192.168.2.0/24 [120/1] via 10.0.0.2, 00:00:23, GigabitEthernet0/0
R    192.168.3.0/24 [120/2] via 10.0.0.2, 00:00:23, GigabitEthernet0/0 

R: Menandakan dynamic Routing RIP yang sedang aktif pada routing tables, dengan Administrative distance 120 / metrics 2.

  Selanjutunya kita lihat isu routing protocols yang sedang aktif pada salah satu router dengan command berikut ini:
R1:
idn1#sh ip protocols
Routing Protocol is "rip"
Sending updates every 30 seconds, next due in 22 seconds
Invalid after 180 seconds, hold down 180, flushed after 240
Outgoing update filter list for all interfaces is not set
Incoming update filter list for all interfaces is not set
Redistributing: rip
Default version control: send version 2, receive 2
  Interface             Send  Recv  Triggered RIP  Key-chain
  GigabitEthernet0/0    2     2    
  GigabitEthernet0/1    2     2    
Automatic network summarization is in effect
Maximum path: 4
Routing for Networks:
                10.0.0.0
                192.168.1.0
Passive Interface(s):
Routing Information Sources:
                Gateway         Distance      Last Update
                10.0.0.2             120      00:00:11
Distance: (default is 120)
  Berdasar output routing protocol router 1 di atas, bahwa protocol yang di gunakan yakni RIP dengan Version 2, network 10.0.0.0 dan 192.168.1.0 mempunyai Administrative Distance 120, ada dua interface yang di aktifkan pada routing protocol RIP.

Penutup :
  Sekian dari aku mengenai konfigurasi Router rip di cisco packet tracer biar artikel ini bermanfaat jik ada pertanyaan silahkan komentar terimakasih.
Referensi :
 Buku konfigurasi rip.pdf

Search

Blog Archive